Arsip Bulanan: Mei 2008

Kita menjadi tahu bahwa mutiara memiliki nilai yang sangat berharga setelah ada orang yang menyelam jauh di kedalaman hingga dasar laut. Bahkan sekiranya kulit kerang yang membungkus mutiara itu tidak dikupas atau dipisahkan dari isinya, maka tinggallah kerang hanya menjadi mahkluk yang tak diperhatikan dan dilupakan orang. Nampaknya inilah gambaran yang juga berlaku bagi manusia. Kita pun tidak akan pernah tahu apakah diri kita bernilai atau tidak sampai kita mampu memahami hakikat saripati kehidupan yang kita jalani ini. Kepahaman ini dapat kita capai bila kita mau menyelam di kedalaman samudra jiwa, menemukan mutiara-mutiara yang mungkin saja terpendam oleh lumpur-lumpur yang menyelubungi diri kita. Menghirup nafas-nafas yang mengaliri kehidupan, mencerap saripati hidup, menjadikan diri kita sadar bahwa sesungguhnya hidup yang tengah kita jalani adalah begitu berarti. Mestinya. Kita akan memahami bahwa sesungguhnya hidup kita berhutang pada banyak bentuk kehidupan lain di dunia sini atau dunia sana.

Ku ingin ceritakan padamu

kawan..

Tentang hujan yang turun sore itu

Tahukah kau

Apa yang kulakukan bila hujan tiba

aku jatuh bersama titik air

diserap tanah

Hanyut mengaliri sungai

dihantam bebatuan

dipecah gelombang dan ombak

dipukul badai

dan akhirnya

tenggelam ditelan laut

membiru batu

lalu menggelepar lapar

berbuih letih

aku terdampar, terkapar, nanar

di pantai pasir tak bernama tak bertuan

dan akupun lupa jalan pulang…