Bahlul dan Singgasana Khalifah
Suatu hari Bahlul tiba di istana Harun dan melihat singgasana khalifah kosong. Saat itu tidak seorang pun yang ada di tempat itu sehingga dapat mencegahnya untuk pergi ke singgasana sang khalifah. Memanfaatkan keadaan ini, tanpa ragu dan gentar ia mendekat ke singgasana dan duduk di atasnya. Tatkala para pelayan istana melihatnya, mereka berteriak dan mulai mencemetinya dan menurunkan dia dari singgasana tersebut. Bahlul mulai menangis. Harun datang dan melihat hal ini; ia bertanya pada orang-orang yang ada di sekeliling Bahlul yang menangis. Seorang budak menceritakan perisitiwa itu kepadanya. Harun menghajar mereka dan mencoba menghibur Bahlul. Bahlul berkata bahwa ia bukan menangisi dirinya, namun menangisi kondisi Harun. “Aku duduk di singgasana khalifah secara tidak sah untuk beberapa menit, menerima cemeti dan menderita kemalangan; namun Anda telah duduk di atas singgasana ini seumur hidupmu! Nestapa apa yang harus Anda terima, namun Anda masih belum takut akan akibatnya.” [www.wisdoms4all.com]
Kategori
Kategori
-
Klik tertinggi
-
Tulisan Terakhir
Arsip
-
Tulisan Teratas
- Tidak ada